Internasional Style

Seek Refuge, Brand Modest Streetwear asal AS untuk Wanita Muslim

Semakin berkembangnya busana modest-wear, banyak pula brand baru bermunculan yang menghadirkan hijab sebagai bagian dari koleksinya. Termasuk pula label busana streetwear.

Jika kamu biasa mendengar Supreme, Off-White, dan STAMPD sebagai brand yang mewakili streetwear, kini ada brand baru yang menghadirkan busana streetwear khusus untuk wanita muslim. Seek Refuge namanya.

Label ini didirikan oleh Shazia Ijaz, wanita berdarah keturunan Pakistan-Amerika dari Michigan, Amerika Serikat. Ia menghadirkan Seek Refuge agar para wanita Muslim, khususnya generasi milenial, mampu memilih busana yang pas sesuai dengan gaya berpakaiannya.

“Misi kami adalah untuk merepresentasikan wanita Muslim, terutama untuk wanita Muslim milenial seperti diriku,” papar wanita 25 tahun ini seperti dikutip Vogue.

Label ini muncul berdasarkan keinginannya untuk menghadirkan sebuah modest-wear namun tidak dengan potongan yang feminin. Menurutnya, modest fashion sangat terpaku oleh pakaian dengan potongan yang girly, dress bermotif floral yang menjuntai hingga lantai, dan lain-lain. Sangat sulit untuk mendapatkan pakaian modest dengan gaya yang lebih edgy seperti jaket kulit dan jeans. Terutama, di Amerika Serikat.Untuk saat ini, Seek Refuge baru akan meluncurkan empat desain potongan baju. Mulai dari kaos oversize yang dibanderol seharga USD 30 (Rp 420 ribu), sweatshirt hitam bertuliskan ‘No Nazr’ seharga USD 60 (Rp 850 ribu), hingga denim jacket bertuliskan bahasa Arab yang dibanderol seharga USD 100 atau Rp 1,4 juta.

“Baju bertuliskan bahasa Arab itu sebenernya sebuah puisi yang ditulis oleh seorang pengungsi asal Syria yang berisi kata ’seek refuge’,” jelasnya.

“Sedangkan kata ‘No Nazr’ berarti menjauhkan pandangan yang jahat (iri hati), agar selalu rendah hati dan bersyukur dengan apa yang dimiliki,” tambahnya.Meski pakaian yang ia hadirkan simpel, Shazia bertujuan untuk memberikan misi yang lebih besar pada wanita Muslim dan para pengungsi.

Sesuai namanya, 10 persen dari penjualan pakaian ini akan ia donasikan ke Humanity First, sebuah organisasi yang mengumpulkan donasi untuk dua sekolah di Yordania. (net)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: