Ekbis Headline UKM

Seribu Uniknya Bambu

BOGOR LINE – Bambu berperan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sejarah mencatat, bambu digunakan para pemuda revolusioner untuk berjuang meraih kemerdekaan dari tangan penjajah. Bambu juga, dimanfaatkan sebagai alat praktik medis seperti sunat, dan sebagai alat musik di Jawa Barat. Tak hanya itu, bambu bahkan bisa dijadikan bahan untuk mendirikn rumah, jembatan dan kebutuhan lainnya.

Kreativitas bambu yang tak ada habisnya bergantung dari cara bagaimana memanfaatkan potensi sumber daya alam berupa pohon bambu yang melimpah. Di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor misalnya, potensi kreativitas pemuda dan masyarakat Kampung Juga Lebak Desa Sukaraksa, Jueni mengatasnamakan Budaya Seni Ki Juen, membuat kerajinan tangan dari bambu berupa teko dan gelas serta aksesoris lainnya.

Bermodal pribadi tanpa ada penyandang dana pihak ketiga, Jueni berhasil menghidupkan ekonomi kreatif masyarakat di wilayah Kampung Juga Lebak. Dengan inisiatif sendiri juga Jueni mendirikan usaha kecil menengah (UKM) yang di beri nama “UKM Bogor Juga” sebagai badan usaha miliknya.

“Maksud tujuan melakukan kegiatan UKM Bambu adalah ingin mengangkat potensi pemuda yang kreatif agar mau berkarya yang pada akhirnya bisa menghasilkan ekonomi sehingga mengurangi pengangguran di kalangan pemuda,” ujar Jueni kepada media. “Ini baru permulaan, diawali dari yang mudah yaitu membuat Teko dan Gelas, saya sudah mengkonsep untuk aksesoris lainnya yang terbuat dari bahan dasar bambu,” tambahnya.

Untuk pemasaran produk-produk yang di hasilkan, UKM Bogor Juga bekerjasama dengan Komunitas Kesundaan se-Jawa barat dan Profesor Syarif Bastaman, seorang tokoh Kasundaan yang jadi panutan dan konseptor yang membesarkan seni budaya Sunda, untuk membantu memasarkan sampai ke luar daerah dalam acara seminarnya.

“Dan Alhamdulillah di Lampung dan Pontianak sudah memakai produk saya. Dan saya juga bekerjasama dengan Distro Abah Bogor di Semplak. Adapun harga kita bervariasi mulai dari 15 ribu sampai dengan 300 ribu tergantung tingkat kesulitan dan ukirannya,” ujar Jueni.
Jueni juga mengungkapkan bahwa dalam usaha kreatif, “perlu dukungan kuat terhdap kreatifitas dan karya yang dihasilkan UKM Bogor Juga, sehingga pada akhirnya dapat mengangkat kreatifitas pemuda dan membantu perekonomian masyarakat yang maju dan mandiri,” pungkasnya. (cha)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: