Bogor Raya Headline Kabupaten Pendidikan

Tidak Tamat SD Jumlahnya Ada 7000 Orang di Megamendung

BOGOR LINE – Pendidikan di wilayah Kabupaten Bogor, perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Terutama di Kecamatan Megamendung. Hal itu lantaran, kecamatan yang berada di wilayah Selatan Kabupaten Bogor itu, hanya miliki beberapa sarana pendidikan bertaraf negeri pada tingkat Sekolah Menengah Pratama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).

Minimnya sekolah Negeri di wilayah tersebut juga berdampak kepada anak murid yang hendak melanjutkan pendidikan. Pasalnya, karena keterbatasan bangku sekolah negeri, anak murid pun memilih untuk melanjutkan di SMP atau SMA Swasta yang berada di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kasubag Umum Kepegawaian Kecamatan Megamendung, Sri menjelaskan, untuk sekolah SMP dan SMA Negeri hanya ada beberapa. Namun, jumlahnya berbanding terbalik dengan Sekolah Dasar (SD) yang ada di kawasan Megamendung. “Untuk SMA Negeri cuman ada satu dan SMP Negeri ada dua. Sedangkan untuk SD Negeri totalnya 38 sekolah. Kalau sekolah swasta banyak,” tuturnya.

Ini yang menyebabkan masih banyaknya jumlah warga putus sekolah lantaran tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di sekolah swasta. Besarnya biasa tentu menjadi alasan utama. Dan ini menyebabkan banyaknya tuna aksara disana.

Kata dia, tercatat, ada ratusan tuna aksara (buta huruf) maupun ribuan orang tidak tamat SD di Kecamatan Megamendug. “Dari 12 Desa, sebanyak 378 orang terdata sebagai penyandang tuna aksara. Sedangkan, untuk yang tidak tamat SD jumlahnya ada 7000 orang,” terangnya.

Berkaitan dengan jumlah sekolah, dirinya berharap tahun-tahun kedepan jumlah sekolah negeri khususnya SMP dan SMA bisa ditambah. Karena, mengikuti jumlah penduduk yang terus bertambah, otomatis, permintaan anak untuk bersekolah juga meningkat.

Sayangnya, pihak kecamatan hingga saat ini belum mendengar isu atau kabar terkait penambahan sekolah di wilayah Megamendung. “Hingga saat ini juga masih belum ada informasi berkaitan dengan penambahan jumlah sekolah negeri di Megamendung, ” pungkasnya.

(PUBLIK/*)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: